jump to navigation

Tipis-tipis 1.157 Halaman Juni 3, 2013

Posted by Dadi Krismatono in Buku.
Tags: , , , , ,
trackback

1q84cover

Saya bukan penggemar berat Haruki Murkami. Saya baru membaca satu novelnya sebelumnya, yaitu Norwegian Wood. Itu pun terjemahan Indonesia dari  Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).

Yang berkesan dari saya adalah efek dramatis yang tipis-tipis. Tidak menyentak, tak bikin terhenyak. Semua tipis-tipis saja. Ya, tetap saja sekali dua kali ada rasa merinding memjalari tulang belakang. Khas Murakami. Dalam beberapa bagian, tak terhindarkan saya mendapat kesan yang sama antara Norwegian Wood dan Shanghai Baby karya Wei Hui.

Kebetulan novel 1Q84 ini cukup tebal. Dalam beberapa versi dicetak terpisah dalam tiga buku yang dijadikan satu dalam kotak plastik. Cukup ciamik. Namun, karena saya khawatir saya “menyerah” membaca, saya putuskan untuk membeli yang edisi satu buku, 1.157 halaman.

Dari segi jumlah halaman, ini rekor ketebalan buku yang pernah saya baca. Sebelumnya saya cukup bangga menamatkan autobiografi Bill Clinton “My Life” setebal 1.008 halaman.

Untuk apa membahas jumlah halaman? Haha.. Terus terang saya kurang tahu. Mungkin untuk sedikit berbangga diri. Di tengah kesibukan dan terbuangnya waktu di jalan-jalan ibukota, saya masih bisa mencuri kesempatan untuk membaca.

Saya ingat nikmatnya membaca “Para Priyayi” karangan Umar Kayam berkali-kali sambil menunggu pengumuman UMPTN tahun 1992. Ya. Begitu saja. Karena waktu itu tidak ada hal lain yang dikerjakan. Saya juga ingat waktu jaman mahasiswa, terbius masuk ke alam “Arus Balik” karya Pramoedya Ananta Toer, sampai tidak keluar kamar kos dan hanya jeda sejenak ketika lapar menghampiri.

Kembali ke novel 1Q84. Novel ini merupakan parodi terhadap novel George Orwell berjudul “1984”. Dalam novel yang ditulis pada 1949 itu, Orwell meramalkan distopia situasi dunia tahun 1984. Berbeda dengan utopia yang menggambarkan situasi yang diimpikan, distopia mengambarkan situasi mengerikan di masa depan.

Murakami melakukannya terbalik. Novel berlatar tahun 1984 ini ditulisnya tahun 2009-2010. Saya sempat merasa janggal, menemukan kembali pentingnya telepon umum, dan menelepon ke kantor diterima oleh operator lalu mendapat jawaban orang yang dicari tidak ada. Sesuatu yang mungkin sudah mulai dilupakan oleh orang sekarang yang terikat oleh telepon genggam kemana-mana.

Murakami menggambarkan 1Q84 sebagai dunia parallel dari 1984. Sebuah dunia yang dimasuki oleh tokoh-tokohnya. Pembabakannya menarik. Sampai buku kedua, setiap bab merupakan cara pandang dunia salah satu dari dua tokoh utama buku ini. Baru pada buku ketiga, ia memasukkan tokoh lain yang menjadi judul bab. Pada buku ketiga ini pula, terasa kedua belah pihak sudah sama-sama lelah—baik penulis maupun pembaca. Salah satunya, dengan masuknya tokoh ketiga. Murakami tak mampu untuk mempertahankan bab hanya dengan salah satu dari dua tokoh utama yang tadi disebut.

Detail tokoh yang sangat teliti merupakan daya tarik tersendiri. Walaupun, itu tadi, di buku ketiga, detail tokoh jadi terasa berlarat-larat ketika dramaturgi tak juga naik. Masih tipis-tipis saja. Ada satu tokoh yang sampai akhir kita tak tahu namanya. Hanya disebut “janda kaya”, tapi kita bisa merasa begitu dekat dengannya.

Alur drama yang tipis-tipi itu pula yang membuat saya diperlakukan tidak “fair” dengan ending yang dipilih Murakami. Ada kesan tidak menghargai pembaca yang sudah susah payah meniti cerita dari halaman satu sampai ke halaman seribu sekian itu. Tapi itulah interaksi antara penulis dengan pembacanya. Kita tidak bisa protes karena kita sudah memilih membuka halaman pertama dan melanjutkannya dengan halaman-halaman berikutnya. Penulis juga tidak bisa protes ketika pembaca memaki atau sekedar membatin terhadap karya tulisnya.

Bagaimanapun, saya masih ingin membaca karya Murakami yang lain.

Judul: 1Q84

Penulis: Haruki Murakami

Halaman: 1.157 hal

Penerjemah ke bahasa Inggris: Jay Rubin & Philip Gabriel

Penerbit (edisi bahasa Inggris): Vintage, New York, 2012

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: