jump to navigation

Mendadak Sastra (1) Oktober 23, 2008

Posted by Dadi Krismatono in Perjalanan.
trackback
Catatan dari Ubud Writers and Readers Festival 2008

Sejak tahun lalu saya ingin sekali ikut Ubud Writers and Readers Festival (UWRF). Sayang sekali tahun lalu acara ini diadakan bersamaan dengan bulan puasa. Syukurlah tahun ini kelakon ikut.

Pendaftaran via internet biasalah. Sayang informasinya dicicil-cicil sehingga saya tidak bisa menyusun satu itinerary yang utuh selama di Ubud. Bahkan banyak program yang masuk kategori main event baru saya ketahui ketika mendapat buku program di sekretariat Panitia. Saya terlanjur membeli ticket penerbangan pulang pada Minggu malam dan baru tahu kemudian bahwa penutupan Festival akan dilakukan Minggu malam di Museum Antonio Blanco.

Sprit acara ini bagus sekali but, again, the devil is in the detail.

Menginap di Inna Inn, Jl. Bisma. Tepatnya, cabang dari cabang alias anak dari anak Jl. Bisma he he he.. Saya kagum dengan tingginya kepercayaan mereka . Hanya telepon, tidak pakai DP atau deposit, sebuah kamar di lantai 2 dengan pemandangan sawah yang membuai mata tersedia. Begitu juga ketika menyewa sepeda motor. Pak Putu langsung ngacir sebentar dan datang dengan sebuah Honda Vario dan dua helm. Semua dihitung dan dibayar pada hari terakhir. No down payment, no deposit, no credit card; just trust—and cash!

Sebelumnya saya pernah ke Ubud dan menginap di Hotel Champlung Sari, Monkey Forest. Pada waktu itu saya berulang kali menggumam, seandainya tidak ada dengung AC, it’s gonna be a total silence. Di Inna Inn, karena hanya menggunakan kipas angin, saya merasakan keheningan itu. Stunning! Betul-betul indah. Sebagai gantinya saya kegerahan karena entah kenapa Ubud selama sepekan itu panas betul. Kata Pak Wayan yang mengantar sarapan, hawa panas ini akibat “global warning” (ya, dengan huruf “N”).

Walaupun sederhana, hotel ini mengusahakan semuanya “mis en place”. Sarapan di teras kamar lantai dua. Hmm… Roti panggang, selai nanas, orak-arik telur, kopi susu dan jus buah. Di sini juga saya berkenalan “jaffles”: setangkup roti berisi telur ceplok kemudian dipanggang. Proses pemanggangannya menyebabkan ujung-ujung roti menyatu. Seperti roti isi telur ceplok.

Hari pertama, setelah sampai saya mengambil ticket dan pass pengunjung di sekretariat panitia di Indus, Jl. Sanggingan. Tempatnya cantik. Teras restaurant yang menghadap ke lembah Sungai Campuhan pun membuat takluk, duduk dan.. makan siang. Nasi campur vegetarian. Beras merah, urap sayur, tempe dan tahu, semacam sayur asem dengan kacang merah, dan lain-lain. Saya baru mengamati, tahu di Bali enak sekali. Solid (bahkan bisa di-grill), tidak terasa asam dan tidak terlalu basah (soal “basah” ini mungkin berhubungan dengan cara memasak). Minumannya jus air kelapa hijau dengan wortel yang menurut buku menu berkhasiat menghilangkan kembung dan rasa tidak enak di perut. Rasanya? Seperti air kelapa dicampur wortel.. he he..

Selesai makan saya singgah di Museum Antonio Blanco. Pengelolaan museum ini baik sekali. Harga ticket tidak terlalu mahal. Informasi yang cukup jelas dan beberapa memorabilia dan ruang tinggal yang ditata apik memberikan suasana yang hidup.

Malamnya makan di Terazo, Jl. Suweta. Restoran charming ini emang sudah lama terkenal dengan pasta dan hidangan Eropa lainnya. Saya mencicipi parpadelle dengan tiga jamur dan butter sauce yang ciamik. Pastanya segar. Ada sidik jari keahlian si pembuat pasta di situ. Matangnya pas dan mengelindan sempurna dengan cita rasa jamur dan saus. Lalu ada sparkle dari lada hitam dan twinkle dari bintang di langit hitam.

Cukuplah untuk menutup hari ini….

BERSAMBUNG

Komentar»

1. eve - Oktober 23, 2008

Mas Dadi,

Saya iseng blog walking untuk membaca apa yang ditulis tentang UWRF 2008 ini dan secara ngga sengaja malah ketemu blog Mas Dadi. Masih ingat saya? Kita ikut workshop Tee O’Neill – Dramatic Ideas di Indus🙂
Salam, Eve.

2. puitri - November 5, 2008

uh menyenangkan sekali… , jalan 2 sambil workshop nulis.., moga menghasilkan tulisan hebat. Great!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: