jump to navigation

Buka Puasa di barcode, Kemang September 19, 2008

Posted by Dadi Krismatono in Kuliner.
trackback

Hari ketiga puasa dapat undangan buka bersama. Wah, seru juga. Apalagi saya termasuk orang Jakarta yang sempat terkena hysteria ingin buka puasa pertama di rumah dengan kesimpulan: kapok! Macetnya nggak ketulungan.

Barcode ada di topfloor-nya La Codefin, plasa atau mal tiga lantai yang baru kelar dibangun di seberang Kemang Food Festival. Gedung ini secara umum desainnya bersih dan modern.  Memang belum full operation, ada beberapa kafe atau resto dengan merek yang sudah cukup terkenal sedang siap-siap buka di lantai bawahnya.

Di lantai tiga suasana utamanya “unwinding” banget, alias anginnya banyak (iyalah, lantai tiga terbuka gitu lohh..). Format umumnya foodcourt dengan masing-masing gerai didesain modern, senada dengan design keseluruhan gedung. Ada kebab, masakan Makassar, ribs dan steak, masakan Belanda, masakan rumahan Indonesia, masakan Bali, bebek goreng, pizza dan drink station. Masing-masing ada mereknya, seperti pizza-nya dari Sarpino’s tapi mohon maaf yang lainnya lupa.

Kami serombongan duduk di spot yang asyik, di pinggir yang menghadap ke jalan Kemang yang happening. Pepohonan yang ditata rapi di pinggir pagar membuat ambiens yang ciamik. Berhubung itu buka puasa, pemesanan makanan tidak berlangsung secara obyektif.. (he he he…). Kami berjalan mendatangi satu per satu gerai dan memesan ini-itu. Rasanya sistem order taking-nya perlu diperbaiki, sehingga pelanggan tidak bingung.
In a glance dapat saya laporkan bahwa yang dipesan malam itu lamb kebab, Holywood ribs, mie goreng Titie, pofertjes, nasi goreng kampung a la Bali, konro, pizza bayam, bebek cabe ijo dan mmm… apa lagi ya… kayaknya masih banyak deh.. he he he…

Yang mengejutkan dan rada mengecewakan adalah tidak (belum) tersedianya air putih (air mineral) dan minuman hangat selain kopi. Saya liat mesin kopi yang keren dan aroma samar-samar aroma kopi Flores yang dipesan Tatyo. Tapi saya membuthkan air putih dan teh manis hangat untuk membuka puasa. Ini operational hiccups yang perlu segera diantisipasi karena kedua minuman tersebut bukan hidangan yang sulit dan tingkat kebutuhannya tinggi. Apalagi kalau ada teh poci gula batu untuk dihirup sambil menikmati semilir angin sore…

Saya mencatat nasi goreng kampung a la Bali dan pizza bayam sebagai juara malam itu. Nasi gorengnya kering dengan ruapan rempah yang pas tanpa harus terasa panas di mulut dan di perut. Rasa Bali-nya cukup lewat sayup-sayup sampai, rasanya tegas dengan kondimen yang memadai. Pizza bayam dari gerai Sarpino’s pizza menggunakan keju feta dan telur yang diaduk dengan cacahan bayam. Lucunya, karakter crust-nya berada ditengah-tengah antara gaya roti Pizza Hut dan gaya garing pizza Italia pada umumnya. Gurih, dengan konsistensi topping yang tepat: creamy tapi tidak mblenger.

Mudah-mudahan setelah melewati masa soft-opening, pelyanan yang excellent akan menyempurnakan pilihan menu yang menarik dan ambiens yang asyik di Barcode.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: