jump to navigation

Wine Dinner di Bali Mei 22, 2007

Posted by Dadi Krismatono in Kuliner.
trackback

Pada tanggal 10-14 Mei 2007 yang lalu saya mengikuti Tour Jalansutra ke Bali. Salah satu mata acara yang ditunggu-tunggu dalam Balisutra ini adalah Wine Dinner di Restoran Pergola milik Hatten Wines yang terletak di kawasan Sanur. Semula, mendengar namanya, saya mengira kita akan melakukan dinning al fresco (beratap langit). Apalagi jika pergolanya dihiasi daun-daun anggur.. duh.. serasa dalam film deh. Ternyata pergola yang ini adalah nama restoran dengan perpaduan antara arsitektur tradisional dan pemilihan warna terang gaya modern yang menciptakan suasana cozy, beratapkan daun anyaman kelapa nan eksotik. Sehari-hari restoran ini menyajikan masakan internasional. Namun khusus untuk menerima rombongan dari JS, resto ini berserta chef Gus Oka khusus memasak hidangan Bali yang konon katanya di Bali sendiri agak susah mencarinya.

02img1.jpg

Gigi van Kuijk, Director Sales & Marketing Hatten Wines, menyambut kami dengan penjelasan sekilas mengenai pengalaman Hatten dalam memproduksi wine dan wine apa saja yang akan disajikan malam itu. Secara umum, wine dari Hatten memiliki karakter easy to drink, segar, dengan acidity yang cukup; cocok dengan suasana Bali yang tropis. Tak lama Gus Oka menerangkan sekilas hidangan gubahannya malam itu. Satu hal yang mengundang salut adalah kemudian pada setiap course Gus Oka hadir lagi ke ruang makan untuk menerangkan hidangan yang sedang disajikan.

Hidangan pertama adalah “Bulung Boni”, yaitu salad rumput laut, yang di-pair dengan Hatten Rosé. Rumput laut dari jenis yang panjang-panjang seperti pakis, renyah, dengan kuah pindang gurih, irisan cabe merah dan irisan daging marlin yang beraroma kuat. Rumput lautnya tidak dimasak, hanya dibersihkan. Terasa sekali “kontribusi” masing-masing elemen terhadap kekayaan citarasa hidangan pembuka ini. Tekstur-nya crunchy, kuahnya rich tapi tidak terlalu medok (agak mirip kuah sayur bobor tapi dengan citarasa khas Bali), dengan “power” dari pedasnya cabe dan rasa ikan marlin. Sensasi pairing yang saya rasakan adalah kegurihan yang memenuhi mulut itu kemudian dibasuh oleh kesegaran Hatten Rosé, menyisakan rasa bersih yang menyenangkan.

bulung-boni.jpg

Bulung Boni: Salad Rumput Laut dengan Ikan Marlin

Hatten Rosé dibuat dari buah anggur Alphonse-Lavallée yang ditumbuhkembangkan secara lokal di Bali. Pada kunjungan ke winery keesokan harinya, kami melihat proses pressing dari wine warna jambon ini.

Keterangan tentang hidangan berikutnya dari Gus Oka langsung membuat dahi saya berkerut: sup dari air kelapa muda, berisi daging kelapa muda, daun katuk dan labu parang? Yang bener? Air kelapa? Namun hidangan yang nama aslinya “Jukut Kuud” langsung melibas rasa penasaran saya dengan tampilannya yang cantik dan rasanya yang lezat. Karakter air kelapa yang lebih berisi dibanding kuah biasa namun tidak pekat dan berampas seperti kuah santan adalah rahasia kemolekan body hidangan ini. Begitu pas. Apalagi ketika disanding dengan Hatten Rosé yang acidity dan aromanya sedang. Pas! 

jukut-kuud.jpg 

Jukut Kuud: Sup Air Kelapa dengan Daun Katuk dan Labu Parang

Hidangan berikutnya disajikan dalam tampah ditemani dengan beras merah yang entah bagaimana tersaji berwarna putih. Berasnya harum, kayaknya sih diberi bumbu, dan karakter beras merah yang kering menjadi teman serasi dari berbagai hidangan yang disajikan.

food-in-tampah.jpg 

Berbagai hidangan Bali dalam tampah.

“Lawar Gerita” adalah cacahan nangka dan sayuran lainnya yang dibumbui dengan tinta dan daging gurita. Berbeda dengan bumbu “al nero di sepia” dalam masakan Italia yang juga dibuat dari tinta cumi yang cenderung basah dan meninggalkan noda di gigi, lawar gerita tampil kering dan solid. Sejalan (mirroring) dengan sensasi dry dan rasa lemon sitrus dari wine Aga White yang disajikan. Selain dengan lawar gerita, Aga White yang dibuat dari buah anggur Belgia yang masih keluarga Muscat ini juga di-pair dengan “Timbungan dolong” atau ungkep bebek yang bumbunya dan karakter dagingnya dibiarkan lugas.

Wine yang jadi pujaan malam itu adalah Alexandria. Ya, rasanya agak manis, fruity, dan harum dengan keseimbangan antara rasa manis dan acidity yang menghasilkan aftertaste yang menyegarkan. Wine ini memenangkan Bronze Medal di London dalam 2003 International Wine & Spirits Competition. Sang sripanggung malam itu bersanding dengan “pesan keladi” atau pepes batang talas.

Satu-satunya red wine yang disajikan malam itu (dan juga satu-satunya red wine produksi Hatten) adalah Aga Red yang punya karakter fruity mirip Beaujolais Nouveau. Bagi penggemar red wine yang serius mungkin akan berpendapat bahwa Aga Red ini body-nya terlalu tipis dan kurang kompleks. Hatten sendiri merekomendasikan agar wine didinginkan sebentar sebelum disajikan. Tapi, namanya rejeki nggak kemana ya, red wine ini ternyata berpadu serasi hidangan bunga pisang bumbu santan atau “pusuh biu mekalas” yang disajikan. Kuah santan dan tannin wine yang tipis saling mengisi di lidah hingga menghasilkan citarasa yang kaya. Saya jadi penasaran untuk mencoba makanan bersantan encer lainnya dengan red wine yang fruity dan tannin yang tipis. 

Selain salad rumput laut dan sup kelapa muda, jagoan saya malam itu adalah “palem udang” yang dibuat dari udang dan kelapa muda yang dibungkus daun dag-dag. Sekilas mirip hidangan Mediterania “dolmas” yang dibungkus dengan daun anggur. Teksturnya agak chewy, tapi belum sampai alot. Nikmat sekali ditemani dengan sparkling rosé Jepun yang buihnya seperti merembeskan kesegaran dan kelembutan hingga ke rongga hidung.

 “Pepes tlengis” adalah pepes yang dibuat dari ampas minyak kelapa. Disebut juga “blondo” dalam bahasa Jawa. Namun berbeda dengan hidangan sejenis di Jawa, “tlengis” di Bali tidak manis, walau tetap gurih malah spicy. Karakter berminyak hidangan ini menjadi lawan tanding yang asyik dari dry-nya Aga White.

Ada satu hidangan yang saya lupa namanya. Dibuat dari cumi-cumi yang agak ngelawan ketika digigit dan di-pair dengan Alexandria. Hidangan penutupnya tak kalah istimewa. Puding dari rumput laut, tapi bukan agar-agar. Rasanya gurih bertabut parutan kelapa, tapi samar-samar di kejauhan saya masih bisa merasakan aroma laut dan debur ombak yang pecah di pantai.

Tantangan wine dinner adalah memadukan dua karakter yang dibangun dari rasa, tekstur, aroma serta unsur-unsur lain yang rumit. Yang sering terjadi adalah, makanannya lezat, wine-nya enak, tapi keduanya jalan sendiri-sendiri. Gus Oka berhasil menjawab sebagian besar tantangan ini.  Bagaimanapun, petulangan gastronomik yang ditawarkan dan eksplorasi khazanah kuliner yang dilakukan sangat patut diapresiasi. Malam itu, saya mengalami Bali yang lain dari yang selama ini saya tahu.

Matur suksma, Bli Oka, Gigi, Pergola, Hatten..

Komentar»

1. andy - September 9, 2008

🙂 waks jadi ngiler neh ngebacanya🙂

2. szka - Maret 5, 2009

waow… pngin ksana juga…
mahal2 g tuh di resto itu?

3. ayu - September 26, 2009

WOW!!1 ENAK KAYAKNYA, TAPI KLO KESANA ADUHHHH…….TUNGGU LIBURAN AJA DECH!!! PASTI AKU COBAIN SEMUA MAKANANNYA.HEHEEEEE…….

4. Hesty - Januari 6, 2010

hai… dimana ya kita mendapatkan makanan khas Bali di jakarta? berhubung acara/event di sekolah tempat ku ngajar di bulan April ini ada acara culture day, dan tema nya kali ini kebudayaan dari Bali….
Please info nya ya. thanks before it.
Hesty

5. dadi krismatono - Januari 6, 2010

Halo, Hesty. Salah satu retoran yang menyediakan masakan Bali adalah Ajengan di Panglima Polim. Suasananya “Bali Banget”. Alamatnya:
Jl. Panglima Polim 1 No. 65
Telepon : (62-21) 722 0227
Selain restoran, utk mengenal kebudayaan Bali di Jakarta, bisa juga ke Pura Aditya Jaya yg ada di Rawamangun. Pura ini berdiri sejak akhir 1970-an. Informasi lebih lanjut: http://www.adityatemple.com.
Semoga acaranya sukses!

6. TAN Saw Lee - Mei 25, 2010

HAU CHE HA,,,,,,YUMMI :p

7. qhiezz - November 11, 2010

di resto ajengan ini ada Hatten Rose Wine nya ga??
thx u

8. jecko - Maret 25, 2011

seduk bansange……laperrrrrrr


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: