jump to navigation

“Stubborn Wine” Mei 9, 2007

Posted by Dadi Krismatono in Kuliner.
trackback

Sabtu sore di La Piazza Kelapa Gading. Duh.. ngeceng abis! Rasanya cuma saya yang tidak berdandan extravaganza. Apalagi di alun-alunnya ada panggung pemilihan model  apa.. gitu.. Pake catwalk segala. Tentu saya tidak berdandan nggak abis-abisan karena Sabtu tanggal 28 April 2007 itu saya bersama Mas Yohan Handoyo survey ke toko wine “The Wine Cellar” (TWC) yang ada di “pusat gaya hidup” yang “happening” itu.

Pilihan koleksi TWC cukup cermat. Tentu juga untuk menyiasati ruang yang tidak terlalu luas. Selain display wine dan buku serta beberapa set sofa, ada kursi-kursi berkaki tinggi (barstool) mengelilingi oak barrel yang difungsikan sebagai meja. Sangat artistik.

Kemudian kami bertemu dengan Mas Johan Widodo dari TWC. Mas Johan menyambut rencana kerja sama untuk melaksanakan WINExperience di tempatnya. Mudah-mudahan bisa terlaksana pada waktu mendatang.

Langit telah berganti gaun malam ketika Yohan dan Johan (hati-hati tertukar) memilih beberapa botol untuk dicicipi malam itu. Ada satu pelajaran menarik yang saya dapatkan malam itu, yaitu tentang “stubborn wine” alias wine yang keras kepala, tidak mau membuka aromanya walau sudah cukup terpapar udara. Wine Chateau Richelieu 2002 dari Bordeaux adalah si kepala batu malam itu.

chrichelieu.jpg 

Wine dari Bordeaux terkenal dibuat dari blending berbagai jenis yang menghadirkan kompleksitas yang tiada duanya. Jenis anggur utama yang digunakan dalam pembuatan red wine di Bordeaux adalah Cabernet Sauvignon dan Merlot dengan tambahan “bumbu” dari Cabernet Franc, Malbec dan Petit Verdot. Nah, Ch Richelieu yang dibuka malam itu nyaris flat namun seperti menyembunyikan sesuatu di balik kedatarannya yang membuat orang penasaran. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya diputuskan agar wine tersebut di-decant.

Salah satu wine yang juga menarik dan membuka cakrawala saya adalah Salomon Hochterrassen Grüner Veltliner 2004 dari Austria. Grüner Vetliner adalah nama jenis buah anggur yang digunakan. Biasanya wine dari buah anggur ini mempunyai karakter merica putih dan powerful. Tak heran jika sering disandingkan dengan wiener schnitzel, yang juga makanan khas Austria. Malam itu power-nya muncul dengan tendangan kesegaran, aroma jeruk sitrus dan acidity. Tapi saya cari-cari, kok, pepper-nya nggak muncul, ya? Mungkin karena temperatur waktu disajikan kurang tepat.

salomon_austria.jpg

Ch Richelieu dituang dari decanter. Bergeming dia. Masih menutup diri. Mungkin masih ada sisa cerita tentang tiga ksatria yang belum tuntas disampaikan oleh Dumas. Ya, nama Ch Richelieu diambil dari nama Cardinal Richelieu yang menjadi tokoh antagonis dalam kisah mendunia “Les Trois Mousqetaires” alias “The Three Musketeers”.

morambrocrchard04.jpg    borgo-thaulero-trebbiano1.jpg     castel_chardo1.jpg

Selain wine putih dari negerinya Mozart tang sudah saya sebut di atas, kami mencicipi Morambro Creek Padthaway Unwooded Chardonnay 2004 (Australia), Borgo Thaulero Trebiano d’Abruzzo 2004 (Italy) dan Castel Chardonnay 2004 (Bordeaux).

Sementara untuk red wine-nya, dibuka juga Marchesi Spinola Barolo 2000 (Italy), Cape Barren Grenache Shiraz Mourvedre 2004 (Australia) dan Metala Shiraz 2002 (Australia).  

spinola-barolo.jpg   bot_cape_barren_gms1.jpg   btlmetala1.jpg

Waktu berlalu sembari kami mengobrol. Sesekali decanter digoyang, wine dituang, ah, rasanya masih saja lempang. O la la…

Komentar»

1. aquino - Mei 12, 2007

Guru! Ajarkan aku mengapresiasi wine! Tentu bahan-bahan baku (baca: wine-nya) pelajarannya dari guru.

2. arya suwardika - September 18, 2008

mas sekarang saya sedang kuliah di sekolah perhotelan.bisa dikasih tau tidak 5 jenis anggur yang biasa digunakan dalam pembuatan wine.thanks before


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: