jump to navigation

Wine & Oyster April 11, 2007

Posted by Dadi Krismatono in Kuliner.
trackback

“You needn’t tell me that a man who doesn’t love oysters and good wines has got a soul, or a stomach either.  He’s simply got the instinct for being unhappy,”   

(Hector Hugh Munro, penulis Skotlandia)  

Sebagaimana orang tak minum wine hanya sekedar untuk menghilangkan haus, juga tak ada orang makan oyster sekedar untuk mengenyangkan perut. Oyster dan wine memang ditakdirkan untuk membawa keriaan. Tak kurang dari empu sastra Ernst Hemingway menggambarkan keriaan itu dalam memoirnya, A Moveable Feast. Mengenang masa muda di Paris, Hemingway menggambarkan pengalaman citarasa dan efek emosional dari pasangan sejoli ini: “As I ate the oysters with their strong taste of the sea and their faint metallic taste that the cold white wine washed away, leaving only the sea taste and the succulent texture, and as I drank their cold liquid from each shell and washed it down with the crisp taste of the wine, I lost the empty feeling and began to be happy and to make plans. 

Lebih menarik lagi ternyata di Perancis oyster diregulasi dengan suatu sistem Apellation Controlee d’Origine (tergantung daerah tempat mereka tumbuh) seperti layaknya wine. Misalnya, oyster dari Paimpolaise terkenal  fleshy sementara oyster dari Morlaisienne punya tekstur yang lebih delicate. Oyster dari Cancale tidak terlalu fleshy tapi punya rasa asin yang unik. Oyster Fine de Clair (yang akan kita santap di acara JS’ Oyster Night tanggal 20 April 2007 yang akan datang) dan oyster Belon dianggap aristokratik dengan nutty aftertaste yang lezat – berasal dari pantai selatan.  

Bagaimana memadukan wine dan oyster? Pada umumnya wine yang berjodoh dengan oyster adalah mereka yang punya karakteristik segar, crisp dan clean. Seringnya, kita akan berjumpa dengan wine yang muda, “un-oak-ed” (proses fermentasi tidak dilakukan di oak barrel namun dalam wadah stainless steel) dengan tingkat acidity yang cukup kuat. 

Di MSNBC.com disebutkan bahwa Muscadet adalah salah satu perfect oyster wine karena memiliki karakter sitrus yang tajam (tart), crisp dan atraktif dengan acidity yang mampu mengimbangi rasa asin air laut dan zat besi yang muncul di ujung citarasa ketika menyantap oyster. Pada puncak performance-nya, aroma floral dan sitrus yang subtil dan kesegaran Muscadet akan menjadi pairing yang sempurna bagi oyster.  

Di Washington D.C. ada Old Ebbitt Grill’s Wines for Oysters Competition, sebuah kontes setiap bulan November untuk menobatkan wine yang menjadi juara dalam pairing dengan oyster. Kontes  tahunan ini mencatat wine Chardonnay, Pinot Gris dan Semillon sebagai langganan juara. Namun ternyata peringkat sepuluh besar juga selalu dihiasi oleh Sauvignon Blanc.  Pada tahun 2006, kontes ini mencatat kehadiran Sauvignon Blanc dari New Zealand (yang sering disebut Kiwi Sauvignon Blanc) sebagai the raising star. Fenomena Superior Kiwi Sauvignon Blanc juga pernah dimuat dalam majalah Forbes beberapa waktu yang lalu.  

Saya tidak tahu apakah wine yang menjadi juara di Washington D.C. tersebut tersedia di Jakarta. Saya juga setuju dengan pernyataan Yohan Handoyo bahwa kita tidak perlu terpaku pada award dan rating. Ini sekedar ilustrasi betapa seriusnya masyarakat pecinta wine dan oyster dalam melakukan pairing. Berikut kutipannya:  

Cono Sur, Casablanca Valley (Chile) Sauvignon Blanc 2006 : This attractively priced South American Sauvignon was this year’s grand champion at the Wines for Oysters Competition, winning by a larger margin than any previous Old Ebbitt title holder.  It exhibits classic varietal character, with grapefruit aromas and flavors, and a faintly herbal undertone that extends into a long, satisfying finish.  At $10 a bottle, it’s a steal.   

Oyster Bay, Marlborough (New Zealand) Sauvignon Blanc 2006 : This was the highest ranked New Zealand Sauvignon in the 2006 Wines for Oysters Competition.  (Over 400 wines were entered.)  It displays pure Kiwi flavors, meaning that it tastes invigorating because very zesty.  Wines made in this style have enabled New Zealand, especially the Marlborough region, to become a world leader with Sauvignon Blanc.  Others that have performed well in recent years include those from Kim Crawford, Gisen, Huia, Mills Reef, and Villa Maria.

Leeuwin Estate, Margaret River (Western Australia) Dry Riesling ‘Art Series’ 2005 : We enjoyed this wine with succulent, creamy Indian Ocean oysters while visiting Leeuwin Estate in Western Australia last month.  It tasted of lemons and limes, with a mineral-tinged undertone, and married perfectly with the bivalves-leading us back again and again for ‘just one more’ oyster. 

Domaine Thomas et Fils, Sancerre (Loire Valley, France) ‘Clos  de la Crele’ 2005 : On a warm Saturday evening this past October, at the bustling brasserie André in the French port of La Rochelle, we indulged in plate after plate of freshly shucked oysters.  Dark in color and quite metallic, they tasted different from the oysters we eat regularly on this side of the Atlantic-more like the sea itself.  With them, we drank a bottle of Sancerre from a small producer whose wines are not imported to these shores.  But then, back home, in the Old Ebbitt Wines for Oysters Competition a few weeks later, this Sancerre turned out to be this year’s highest-scoring wine from France.  Much like the wine we so enjoyed in La Rochelle, it marries Sauvignon Blanc’s inherent vivacity with an intriguing (and enticing) minerality that itself echoes the taste of fresh oysters. 

J, Russian River Valley (Sonoma County, California) Brut, 2001 : Sparkling wines and Champagnes consistently performed well at the Old Ebbitt Competition, with the top scoring bubblies almost emphasizing crisp, fresh fruit flavors rather than toasty, yeasty ones. J’s Russian River Brut does just that. It was the highest ranked sparkler this year.

Tapi itu semua baru bacaan. Tak ada yang lebih asyik dari duduk bersama para sahabat, mencicipi oyster dan berbagi wine (bagi Anda yang minum wine) pada acara JS’ Oyster Night. Seperti kata Andy Mursalim yang selalu terngiang: “[Good food], good wine, good friends, what else?”  

So, sampai bertemu pekan depan di The Champa!   

Referensi: “Wine with. . . Oysters” by Paul Lukacs and Marguerite Thomas  (http://www.winereviewonline.com) 

“An Expert’s Pairing Advice” by Ray Isle (http://www.foodandwine.com 

“Muscadet makes itself the perfect oyster wine” by Jon Bonné (http://www.msnbc.com)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: